aflah-bisnis

Kamis, 30 April 2009

Bermimpi, Berkhayal dan Berpikir

By : Mr. Ogie

Judul diatas mungkin membingungkan. Tapi, tidak buat saya. Karena, hal tersebut sudah saya lakukan. Awalnya, saya ingin sekali bermimpi menjadi orang yang paling bahagia. Syukur, mimpi tersebut hadir dalam tidur saya.

Keesokannya, setelah seharian melewati perjalanan yang melelahkan, akhirnya saya sampai dirumah. Setelah rehat sejenak, saya teringat kembali mimpi tadi malam. Akhirnya saya berkhayal andai saja semua itu bisa jadi kenyataan? Khayalan tersebut selalu saya bawa kemanapun saya pergi.

Setelah lama saya berkhayal, akhirnya saya berpikir, bagaimana mimpi dan khayalan saya bisa menjadi kenyataan dalam hidup saya. O iya, dalam khayalan saya, saya selalu berkhayal mempunyai usaha yang saya kelola sendiri, dengan modal yang minim. Dalam pikiran rasional saya, hal tersebut sangat tidak mungkin.

Tapi, hal tersebut tidak membuat saya putus asa. Saya yakin, semuanya pasti akan jadi mungkin kalau kita punya kemauan. Setelah melalui beberapa tahap, akhirnya mimpi dan khayalan saya menjadi kenyataan.

Dengan pengalaman yang saya lalui, saya tersadar, bahwa, kalau kita mau usaha, jangan pikirkan dulu berapa modal yang harus kita keluarkan. Karena, untuk memulai usaha, modal utama kita adalah, KEMAUAN. Kalau kita sudah yakin dan mau bekerja, semuanya pasti akan jalan. Asal jangan mudah putus asa.

Ayo bangkitkan semangat perjuangan untuk berhasil. Munculkan rasa KEMAUAN berusaha dalam diri. Mudah-mudahan anda akan menjadi orang yang berhasil dalam hidup ini. Ingat Tuhan selalu bersama anda. Jika gagal, kembalilah kepada TUHAN. Jangan putus asa. Salam sukses.......

Selasa, 21 April 2009

Mantan Office Boy Jadi Milyarder


Mau jadi milyader secara instan? Mimpi kali yee.. memang, untuk menjadi seorang milyader, perlu menjalani tahap yang tidak mudah. Hal inilah yang dikatakan oleh Agus Pramono, yang lebih dikenal dengan mas Mono.
Perjalanan hidup Mas Mono memang persis cerita disinetron. Dengan bekal ijazah SMA Mas Mono bertekad mengadu nasibnya di Jakarta. Ia mengawali perjuangannya dengan menjadi office boy dan jualan roti pisang keliling. Hal tersebut ia jalani selama delapan tahun, tanpa mengeluh.
Mono hijrah dari madiun ke jakarta pada tahun 1994, setamat dari sekolah menengah atas. Di jakarta Ia bekerja sebagai karyawan restorant cepat saji California Fried Chicken sebagai coocker. Tiga tahun kemudian atau 1997 ia keluar dari CFC, untuk memegang operasional rumah makan yang melayani jasa catering even-even khusus.
Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Karena krisis ekonomi, Mono-pun di PHK. Mono berusaha untuk melamar ke sejumlah perusahaan. Namun tidak ada satupun lamarannya yang membuahkan hasil. baru pada tahun 1998, dengan rekomendasi dari seorang temannya, mono diterima sebagai office boy di sebuah perusahaan konsultan.
Namun, disela-sela mengerjakan tugas pokoknya tersebut, mono belajar untuk mengoperasikan komputer. setelah berhasil mengoperasikan komputer ia mencari hasil tambahan dengan melayani jasa pengetikan skripsi.
Meski sudah berusaha keras untuk mendapatkan hasil tambahan, tetapi tuntutan ekonomi berkembang jauh lebih pesat, sehingga mono merasa posisinya sebagi karyawan tidak bisa dipertahankan lagi. Ia berfikir untuk keluar dan memulai usaha sendiri.
Tahun 2000, Mono melihat ada lapak di depan Usahid yang tidak terpakai. Didukung istrinya yang jago memasak mono mulai beralih profesi menjadi penjual ayam bakar. Pertama kali jualan mono membawa 5 ekor ayam yang ia jadikan 20 potong. pada waktu itu yang laku hanya 12 potong, tetapi saya sudah sangat bersyukur. “ Memiliki lapak saja saya merasa bermimpi, imbuhnya,” tambahnya.
“Meskipun warung saya hanya kaki lima, namun saya menerapkan standar operasional rumah makan besar. Karyawan memakai seragam, tidak memelihara kuku panjang, tidak berkumis dan tidak berjenggot,” terang mono.
Tidak sampai disitu, Mono juga melakukan ekspansi warungya. Dari salah satu pelanggannya ia mendapatkan penawaran tempat di jalan Tebet raya No.57, meski hanya kecil.
Kunci sukses, kata Mono, adalah penerapan dari kata-kata mutiara yang sering diucapkan oleh banyak orang “Dimana ada kemauan di situ ada jalan. mungkin kata-kata itu sangat sederhana dan mungkin setiap orang sudah tahu tentang itu. tetapi kalau benar-benar di terapkan bisa menuntun hidup seseorang kearah yang lebih baik. saya merasakan sendiri kebenaran kata-kata itu,” Tegas Mas Mono.

Label: , ,

Minggu, 19 April 2009

Bisnis Apa Kerja?


Pilihan ini memang kadang-kadang sangat sulit untuk dijawab. Banyak orang lebih memilih kerja dibandingkan mereka memulai bisnis dari bawah. Alasan mereka kebanyakan adalah, bekerja lebih pasti. Setiap bulan mendapatkan gaji, dll. Sedangkan berbisnis, kepatiannya tidak ada. Kalau barang yang kita jual laku, kalau tidak bagaimana?

Pikiran seperti ini memang tidak salah. Tapi, kalau kita telaah lebih jauh, apakah hasil dari kita kerja sudah mencukupi untuk biaya hidup kita sehari-hari atau belum. Lalu, sudah berapa banyak pikiran kita yang kita habiskan untuk perusahaan kita, belum lagi waktu kita tersita untuk pekerjaan kita. Apakah semua itu sudah sesuai dengan apa yang diberikan perusahaan kepada kita?

Apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa menggelantungi kita setiap hari. Atau memang jiwa kita sebagai pekerja sudah mendarah daging, sehingga memang sudah sewajarnya menjadi pegawai dan tidak ingin menjadi pemilik perusahaan atau memiliki perusahaan sendiri.

Kalau anda pernah berjalan-jalan ke Tebet coba sekali-kali mampir ke Ayam Goreng Mas Mono. Cobalah bertanya sama Mas Mono bagaimana ia lebih memilih membuka usaha sendiri, dibandingkan dia harus bekerja sama orang lain. Hasilnya, saat ini ia berhasil menjadi seorang jutawan.
Enaknya Berbisnis
Berbisnis sebenarnya lebih enak dibandingkan kita bekerja. Kalau kita mempunyai usaha sendiri, kita bebas mengatur waktu, dan kita bisa menaker penghasilan kita. Sedangkan kalau kita bekerja, mau sekeras apapun kita bekerja, hasil yang kita dapat setiap bulannya sama saja.

Selain itu, kalau kita punya usaha sendiri, terutama untuk ibu-ibu, sambil bekerja, kita juga bisa tetap memantau perkembangan anak. Menurut saya, ini adalah masalah yang paling penting. Karena, sekarang banyak-ibu-ibu yang lebih memilih pekerjaan dibandingkan untuk merawat anak. Sungguh ironis...

Secara agama, bayangkan kalau usaha kita maju dan bisa mempunyai banyak karyawan. Wah tentunya banyak yang bergantung kepada kita. Dengan begitu, sama saja dengan kita beramal. Pahalanya pasti besar. Itulah jawaban bagi pertanyaan kenapa bos-bos itu kekayaannya ga habis-habis. Karena berapa besar uang setiap bulannya yang dia keluarkan untuk anak buahnya, dan berapa jiwa yang hidup dari hasil perusahaan tersebut.

Sekarang coba renungkan lagi. Mana yang lebih anda pilih, bekerja atau berbisnis? Semoga saja tulisan ini bisa menjadi inspirasi anda.

Label: , ,

Rabu, 15 April 2009

Daftar Harga Boneka Horta





Maaf, tidak semua gambar bisa kami tampilkan.
Untuk informasi dan pemesanan, Hubungi :
AFLAH COLLECTION: (021) 95140519
Contac Person:
Eny Prasetyaningsih : 081511778956/08561135804

Label: , ,

Minggu, 12 April 2009

Boneka Rumput


Anak-anak sangat menyukai boneka. Namun, bagaimana anak-anak bisa tetap bermain boneka, tapi, mereka juga belajar bagaimana caranya bertanggung jawab dan displin, serta mengajarkan cara menanam, dengan boneka? wah...jawabannya pasti sangat sulit sekali.

Kalau kita melihat, banyaknya produksi mainan, dari mulai yang canggih, atau hanya sekedarnya, semuanya hanya bersifat mainan saja. Dan kebanyakan justru diproduksi dari China. Bahkan, yang lebih mengejutkan lagi, ada sebuah penelitan, yang menyebutkan kalau mainan tersebut tidak aman buat anak-anak. wah...bahaya tuh.

Inilah saatnya orang tua, untuk memilah, mana mainan yang aman buat anak-anak, dan mana yang tidak aman. Pasalnya, saat ini sudah ada terobosan baru, dari anak negeri, yang berhasil menciptakan boneka rumput.

Tampilan boneka yang menarik, tidak kalah dengan boneka yang berasal dari luar negeri, seharusnya bisa menguasai pasar dalam negeri. Yang lebih menarik dari boneka ini adalah, pada bagian atasnya bisa tumbuh rambut yang berasal dari rumput. Sehingga anak-anak nantinya bisa berkereasi membentuk rambut yang tumbuh tersebut.

Namun, rumput tersebut tidak tumbuh dengan sendirinya. Kita harus merawat boneka rumput, selayaknya kita memelihara tanaman. Setiap harinya kita harus menyiram boneka tersebut, sampai rumputnya tumbuh. Setelah rumput tersebut tumbuh, tetap harus dipelihara, sehingga rumputnya tidak layu.

Nah, pertanyaan diatas tadi, sudah terjawab. Jangan tunggu lagi. Untuk Informasi lebih lanjut, segera hubungi Eni :081511778956 atau Ogi :08561135804 atau di nomor (021) 95140519. Masih penasaran, silahkan datang ke Perum Taman Puspa (Samping Asrama Brimob Kelapa Dua), Cimanggis-Depok.

NB :
* Untuk model boneka ada Babi, Sapi, Kura-kura, Cup, dll
* Menerima pesanan partai besar atau satuan
* Harga Satuan Rp. 20.000 - Rp. 25.000.

Label: , ,

Penjualan Sepatu Dalam Negeri Melonjak

Beberapa bulan yang lalu, harian kompas, memuat foto sepatu pejabat negara yang semuanya buatan luar negeri. Melihat foto tersebut, sungguh membuat miris hati masyarakat. Pasalnya, para pejabat yang seharusnya mempunyai rasa memiliki bangsa Indonesia, justru dengan bangga menggunakan produk luar negeri.
Hal tersebut rupanya dirasakan juga oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Entah melihat dari harian Kompas, atau memang melihat sendiri, yang pasti, Jusuf Kalla menghimbau kepada masyarakat, terutama pegawai negeri sipil untuk menggunakan sepatu buatan dalam negeri.
Rupanya himbauan yang dilontarkan oleh Wapres, mendapatkan sambutan yang luar biasa. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya omzet penjualan sepatu buatan dalam negeri. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, di Jakarta, (30/3).
Eddy menyatakan, meskipun himbauan tersebut baru dilakukan sebulan yang lalu, tapi, himbauan tersebut sudah bisa dirasakan oleh produsen sepatu local. “ Penjualan sepatu local di Jawa Barat naik 30 persen, sedangkan di Jawa Timur, naik 17 persen. Lalu, di Jakarta sendiri, penjualan sepatu local naik 10 sampai 12 persen.,” tambah Eddy.
Dengan kejadian tersebut, Eddy merasa yakin, dalam waktu dekat, sepatu buatan dalam negeri akan mampu menguasai pasar dengan target 60 persen atau lebih tinggi dari rata rata sebelumnya yaitu 40 persen. Sedangkan Aprisindo sendiri yakin mampu menambah omzet sebesar 5 Trilyun dari penjualan sepatu buatan dalam negeri.
Menurut hitungan Eddy, kalau saja seluruh pegawai negeri menggunakan sepatu dalam negeri, maka ia yakin akan ada penambahan omzet sekitar 1,5 Trilyun. Apalagi jika anak sekolah juga menggunakan sepatu buatan dalam negeri. Maka akan ada lagi tambahan sekitar 1,2 Trilyun.
“ Saat ini, jumlah pegawai negeri sipil di Indonesia berjumlah sekitar 3,6 juta orang. Kalau saja anggota PNS seluruhnya menggunakan sepatu local, bukan hal yang mustahil kita akan meraih penjualan Rp 1,5 Trilyu. Apalagi kalau inpres juga diberlakukan bagi anak sekolah, pasti produsen sepatu dalam negeri akan kembali bergeliat,” jelasnya.

Senin, 06 April 2009

Bisnis Pakaian


Keadaan Ekonomi saat ini tidak menentu.Perusahaan-perusahaan besar saat ini banyak yang berguguran. Lapangan pekerjaan semakin hari semakin menyusut. Pengangguran sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Lalu, siapa yang salah??

Menyalahkan seseorang memang mudah. Yang sulit, justru bagaimana kita bisa bangkit dari keterpurukan di negeri ini. Karena, pemerintah juga tidak bisa menambah lapangan pekerjaan. Mereka justru sibuk memikirkan bagaimana mempertahankan jabatannya. Tidak ada lagi yang bisa menolong kita, kecuali Yang Maha Kuasa dan diri kita sendiri.

Usaha kecil-kecilan lebih baik, dibandingkan kita sibuk menyalahkan kenapa pekerjaan semakin sulit. Saya Yakin, semua orang mempunyai jiwa bisnis. Tapi, kadang hal tersebut dikalahkan dengan rasa malu, malas, dan ketidak yakinan yang berlebiha.

kalau anda merasa ingin mempunyai usaha sendiri dan punya modal pas-pasan, anda bisa coba hubungi AFLA Collection. AFLA menyediakan pakaian kualitas ekspor dengan kualitas bahan yang bagus, dan harga murah.
AFLA menyediakan pakaian anak-anak sampai Dewasa. AFLA juga melayani pesanan secara grosir ataupun satuan. Kini saatnya anda harus bangkit. Berpikirlah untuk tetap maju, beranikan diri anda dan jangan mudah putus asa.

Untuk Pemesanan, Hubungi
Eny : 081511778956
Ogi : 08561135804

* Untuk Pemesanan secara grosir di Wilayah Jakarta, pengiriman tidak dikenakan biaya
* Untuk pemesanan di luar Jakarta, ongkos kirim ditanggung pemesan


Label: , ,